Selasa, 24 Oktober 2017

Jadi Model Pengantin Adat Jogja Paes Ageng (Wiwik Rias)


Assalamu’alaikum...
 Salam sejahtera untuk kita semua 

Lama ga nge-blog ni (heheheheee wadul..). Oke lah, kali ini saya akan membahas tentang Rias Pengantin Adat Jogja Paes Ageng. Dan kali ini saya yang jadi modelnya. Hahahahha... mimpi yang terwujud, meski tidak dalam acara pernikahan alias Cuma jadi Model (Makasih Mbak Wiwik yang ngerias saya 😘😘).

Pertama kita perkenalan dulu. Apa itu Paes Ageng. Paes Ageng yang berasal dari bahasa Jawa, terdiri dari kata “Paes yang artinya riasan” dan “Ageng yang artinya besar”. Menurut pemahaman  penulis, Paes Ageng adalah riasan adat Jawa yang di kenakan ketika acara khusus dengan kostum dan aksesorisnya yang serba wah. Gimana ga wah, ada beberapa riasan yang melambangkan ke agungan seperti putri keraton. Misalnya, riasan di rambut, wajah dan belum lagi aksesoris lainnya. Untuk Paes Ageng ini menurut orang Jawa, terdiri dari Paes Ageng Jogja dan Paes Ageng Solo. Apa yang memebedakan? Itulah yang sedang penulis pikir. Hahahaha... hanya sekedar menganalisa perbedaan Paes Ageng Jogja dan Paes Ageng Solo yang keduanya mempunyai ciri khas masing-masing. Misalnya, Paes Ageng Jogja menggunakan pidih hitam pekat dan agak runcing dan pinggirannya di beri Prada warna emas (entah emas sungguhan apa bukan 😅😅), berbeda dengan Paes Ageng Solo yang menggunakan pidih ada warna hijau-hijaunya dan bentuk agak setengah bulat.

Oke, selanjutnya. Untuk riasan di wajah. Selain pidih dan prada yang saya kenakan. Ada ciri khas yang lain yaitu alis menjangan. Entah apa itu kenapa di namakan alis menjangan. Mungkin karena bentuknya seperti tanduk menjangan  😀😀

Untuk Aksesoris kepala, saya mengenakan cunduk menthul yang berjumlah lima cunduk. Dan di tutupi dengan cunduk Gunungan dengan di hiasi bunga melati. Bagian depan di aksesoris dengan 2 Centhung dan telinga di polesi asesoris sumping.


Pidih Hitam pekat dengan Prada warna emas


Accessories Kepala; cunduk menthul, Gunungan, Centhung dan Sumping





Selain itu juga ada asesoris lain, seperti gelang, kalung, cincin (yaakali cewek banyak asesorisnya) mayan berat lah. Yang penting fungsinya untuk menambah kesan “wow....wah...”

Demikian sedikit ulasan dari saya tentang Paes Ageng Jogja.
Semoga bermanfaat. Maturnuwun. . . .

Wassalam.