Assalamu’alaikum...
Salam sejahtera untuk kita semua
Lama ga nge-blog ni (heheheheee
wadul..). Oke lah, kali ini saya akan membahas tentang Rias Pengantin Adat
Jogja Paes Ageng. Dan kali ini saya yang jadi modelnya. Hahahahha... mimpi yang
terwujud, meski tidak dalam acara pernikahan alias Cuma jadi Model (Makasih
Mbak Wiwik yang ngerias saya 😘😘).
Pertama kita perkenalan dulu. Apa
itu Paes Ageng. Paes Ageng yang berasal dari bahasa Jawa, terdiri dari kata
“Paes yang artinya riasan” dan “Ageng yang artinya besar”. Menurut
pemahaman penulis, Paes Ageng adalah riasan adat Jawa yang di kenakan
ketika acara khusus dengan kostum dan aksesorisnya yang serba wah.
Gimana ga wah, ada beberapa riasan yang melambangkan ke agungan seperti
putri keraton. Misalnya, riasan di rambut, wajah dan belum lagi aksesoris
lainnya. Untuk Paes Ageng ini menurut orang Jawa, terdiri dari Paes Ageng Jogja
dan Paes Ageng Solo. Apa yang memebedakan? Itulah yang sedang penulis pikir.
Hahahaha... hanya sekedar menganalisa perbedaan Paes Ageng Jogja dan Paes Ageng
Solo yang keduanya mempunyai ciri khas masing-masing. Misalnya, Paes Ageng
Jogja menggunakan pidih hitam pekat dan agak runcing dan pinggirannya di
beri Prada warna emas (entah emas sungguhan apa bukan 😅😅), berbeda dengan Paes Ageng Solo yang menggunakan pidih
ada warna hijau-hijaunya dan bentuk agak setengah bulat.
Oke, selanjutnya. Untuk riasan di
wajah. Selain pidih dan prada yang saya kenakan. Ada ciri khas
yang lain yaitu alis menjangan. Entah apa itu kenapa di namakan alis menjangan.
Mungkin karena bentuknya seperti tanduk menjangan 😀😀
Untuk Aksesoris kepala, saya
mengenakan cunduk menthul yang berjumlah lima cunduk. Dan di tutupi
dengan cunduk Gunungan dengan di hiasi bunga melati. Bagian depan di
aksesoris dengan 2 Centhung dan telinga di polesi asesoris sumping.
Accessories Kepala; cunduk menthul, Gunungan,
Centhung dan Sumping
|
Selain itu juga
ada asesoris lain, seperti gelang, kalung, cincin (yaakali cewek banyak
asesorisnya) mayan berat lah. Yang penting fungsinya untuk menambah kesan “wow....wah...”
Demikian sedikit
ulasan dari saya tentang Paes Ageng Jogja.
Semoga
bermanfaat. Maturnuwun. . . .
Wassalam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar